Pemandangan Khas Tropis Pulau Moyo dalam 24 Jam

Terbukanya Akses Menuju Pulau-pulau Kecil
Menghabiskan hari di pulau kecil yang jumlah penduduknya hanya segelintir adalah sebuah pelarian ideal yang didambakan hampir setiap penduduk perkotaan. Bahkan, mendiang Putri Diana dahulunya pernah juga melakukan pelarian dari perhatian publik dan bersembunyi di salah satu daerah di Indonesia. Daerah manakah itu? Pulau kecil di daerah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat lah tempat persinggahannya, tepatnya di Pulau Moyo. 
Dahulu akses menuju pulau-pulau kecil memang sangat terbatas, namun sekarang sudah terbuka dengan cukup lebar. Ya, walaupun dengan alur memang masih cukup panjang. Akses menuju Pulau Moyo dapat ditempuh melalui kota Sumbawa. Pertama-tama tentukan terlebih dahulu jalur mana yang akan kamu pilih, darat atau udara. Jika melewati jalur darat, dari Mataram kamu harus pergi ke arah timur tepatnya ke Pelabuhan Kayangan lalu menyeberang menggunakan feri ke Poto Tano di Sumbawa Barat, setelah itu barulah kamu bisa melanjutkan perjalanan lewat darat menuju Kota Sumbawa Besar. Jika melewati jalur udara, kamu dapat melewati Bandara Internasional Lombok (BIL) di Praya, Lombok Tengah untuk terbang menuju Bandara Sultan Kaharuddin di Sumbawa.
Saat tiba di Sumbawa, sebaiknya beristirahatlah dahulu selama satu hari sebelum berangkat ke Pulau Moyo karena setiap harinya penyeberangan ke Pulau Moyo hanya dilakukan satu kali di pagi hari. Penyeberangan tersebut dilakukan dari Pelabuhan Muara Kali menuju ke Pelabuhan Labuhan Aji dengan menggunakan kapal rakyat yang biasanya berangkat pada pukul 11.30 setiap harinya. Kapal ini mematok tarif sebesar Rp 20.000,00 – Rp 25.000,00. Perjalanan akan ditempuh selama kurang lebih dua jam. Namun tentu dua jam perjalanan tersebut tidak akan begitu terasa saat melihat keindahan pemandangan laut biru yang terhampar yang dikelilingi bukit dan gunung.
Setibanya di Pulau Moyo, segeralah melakukan check in di penginapan karena kapal hanya menyeberang sebanyak sekali dalam sehari. Kamu bisa memilih penginapan dengan tarif yang beragam, mulai dari Rp 150.000,00 per malam hingga kamar dengan tarif jutaan rupiah per malamnya. Tapi jika tidak ingin menginap kamu bisa menyewa kapal milik warga dengan kisaran harga Rp 400.000,00 – Rp 600.000,00 untuk sekali penyeberangan. Atau jika ingin lebih cepat lagi, kamu bisa menyewa speedboat yang akan mengatarkanmu kembali ke pulau Sumbawa hanya dengan waktu tempuh 30 menit, namun tentu memakan biaya yang lebih tinggi yaitu Rp 3.000.000,00 per speedboat. Jika kamu berlibur bersama satu grup kecil yang terdiri dari 4 – 5 orang tentu akan lebih menghemat biaya. 


Kesederhanaan yang Indah
Pantai di Pulau Moyo memang sungguh memikat, pasirnya putih dan udara segar bebas polusi. Sederhana namun bisa melepaskan kepenatan dari bisingnya suasana kota. Jangan berharap akan menemui mobil untuk berjalan-jalan di sana, perjalanan di Pulau Moyo pada umumnya kita lakukan dengan sepeda motor dan berjalan kaki. Jadi bersiaplah untuk benar-benar terlepas dari kondisi perkotaan. Namun justru itu lah nilai-nilai keindahan yang dimiliki oleh pulau ini: apa adanya.
Di balik jalanan sederhana yang terjal, pulau Moyo menawarkan keindahan bak nirwana. Dimulai dari air terjun Diwu Mbai di Brang Rea. Selama menuju Diwu Mbai kamu akan naik turun motor untuk menyeberangi kali. Namun karena luas pulau yang tidak terlalu besar yaitu sekitar 349 km², perjalanan dari satu tempat ke tempat lain tidak akan memakan waktu yang cukup lama. Untuk ke Diwu Mbai hanya memakan waktu 10 menit dari pelabuhan. Setibanya di sana kamu bisa langsung menceburkan diri ke dalam air terjun yang jernih dan segar. Rasanya seperti sedang berada di negeri bidadari. 
Setelah puas bermain-main di Diwu Mbai ada baiknya beristirahat sebentar untuk makan siang. Biasanya penginapan sudah menyediakan fasilitas makan 3 kali sehari, namun jika ingin makan di luar, kamu bisa dengan mudah menemukan ikan segar yang baru saja ditangkap dari laut dan dimasak. Benar-benar terasa gurih asli dari alam. 
Di dekat air terjun Diwu Mbai ada satu lagi air terjun yang tak kalah cantiknya, Mata Jitu namanya. Air terjun ini terletak di Dusun Brang Kua dengan jarak tempuh sekitar 30 menit dari Diwu Mbai jika menggunakan sepeda motor. Untuk menuju ke sana, kamu harus mengeluarkan sedikit jiwa petualangmu karena kamu akan melewati hutan kurang lebih selama 10 menit dengan berjalan kaki. Sesampainya di sana jangan langsung menceburkan diri ke air terjun karena hal tersebut ternyata tidak diperbolehkan. Namun kamu masih diperbolehkan untuk membasahi kaki dan mengusap wajah dengan air di sana. Segar!
Setelah puas mengunjungi dua air terjun, kamu bisa menghabiskan sore hari dengan snorkeling di Takat Sagale yaitu pulau karang mungil yang terletak di dekat Labuhan Aji. Membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menyeberang ke pulau tersebut. Di sana kamu akan disambut oleh jernihnya air dan lebatnya terumbu karang di bawah lautan. Hampir keseluruhan pulau dikelilingi karang yang masih dalam keadaan baik dan belum rusak. Terdapat juga hiu dengan panjang kurang lebih dua meter, anemon, pelagik, belut, groupers bahkan manta, semua ada. Agar keindahan bawah lautnya tetap terjaga, kamu harus menahan diri untuk tidak menyentuh apalagi memetik terumbu karang di sana. Hidup berdampingan tidak hanya dengan sesama manusia namun juga dengan sesama makhluk hidup lainnya, bukan?
Tak terasa matahari akan segera terbenam, menandakan bahwa kita harus segera berhenti melakukan aktifitas di dalam laut. Kembalilah ke pantai dan nikmati warna oranye yang sedikit kemerahmudaan dari refleksi sinar matahari yang akan segera menghilang. Beberapa menit yang mampu mengalihkan perhatian kita terhadap kehidupan penat yang sedang kita tinggalkan. 
Sebelum semakin gelap, segeralah kembali ke penginapan. Perlu kamu ketahui bahwa listrik hanya menyala pada malam hari di Pulau Moyo. Saat inilah kamu bisa kembali mengisi daya batrei perangkat-perangkat elektronikmu. Namun, dengan keindahan pemandangan tropis Pulau Moyo, seharian tanpa perangkat elektronik pun tidak jadi masalah bukan? 

Referensi:
http://travel.kompas.com/read/2013/11/03/1015520/Menghabiskan.Akhir.Pekan.di.Pulau.Moyo
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=477698328919109&id=297548390267438&substory_index=0
http://www.pegipegi.com/travel/liburan-berkesan-di-pulau-moyo/