Gurihnya Sate Ikan dari Desa Tanjung

Bau asap daging sate yang dibakar kali ini sedikit asing di hidung. Tidak seperti bau daging kambing, sapi atau ayam yang cukup akrab selama ini. Baunya kali ini seperti ikan bakar.  Dan ternyata memang benar, ini adalah aroma ikan bakar! Tapi bentuknya tidak utuh seperti ikan bakar yang biasanya, melainkan ditusuk dengan batang bambu membentuk hidangan sate. Sate ikan ini bernama Sate Tanjung. 
Awalnya, sate ikan ini merupakan makanan yang hanya disajikan saat acara keagamaan maupun hajatan perkawinan. Namun karena rasanya yang nikmat dan unik, peminatnya bertambah dari waktu ke waktu hingga akhirnya banyak yang mulai menjajakan sate ini untuk panganan sehari-hari. Sate ikan ini akan sangat mudah ditemui jika kamu berkunjung ke Lombok bagian utara tepatnya di Desa Tanjung. Desa Tanjung bisa kamu jangkau dengan jarak tempuh selama 1 jam dari kota Mataram. Di sana kamu akan melihat para penjaja Sate Tanjung duduk berjajar di pinggir jalan sekitar pasar Tanjung atau Terminal Tanjung dari pukul 2 siang hingga biasanya pukul 9 malam. 
Sate Tanjung per tusuknya dihargai mulai dari 500 rupiah. Sungguh harga yang sangat murah untuk menyantap ikan Cakalang, ikan Langoan, ataupun ikan Marlin yang harga per 10kg nya biasanya mencapai Rp 800.000,00. Dari 10kg ikan tersebut dapat dibuat menjadi 500 tusuk sate Tanjung. Wow, jumlah yang sangat banyak ya. Memang daging yang digunakan di tiap tusuknya  merupakan potongan-potongan kecil. Maka dari itu, tidak cukup hanya menyantap 3 sampai 5 tusuk sate, biasanya satu kali menyantap Sate Tanjung orang akan menghabiskan rata-rata 20 tusuk sate ikan. 
Aroma asap sate semakin jelas di hidung setelah bara api dari batok kelapa yang dibakar semakin membesar akibat hentakan kipas dari tangan si ibu pedangang. Aroma aneka rempah yaitu cabai, kunyit, jahe, lengkuas, dan kemiri menggoda titik-titik di lidah hingga menggugah saliva untuk segera menyantap makanan khas Lombok Timur ini. Adonan rempah tersebut dicampur dengan santan sehingga menjadi kental. Hal tersebut untuk memudahkan daging ikan agar bisa ditusuk ke bilah bambu. Tidak hanya itu, rasa santan yang gurih pun memperkaya cita rasa Sate Tanjung ini. 
Rasa khas sate Tanjung ini, konon hanya bisa diperoleh dari masyarakat Tanjung asli. Mereka memiliki racikan khusus yang menghasilkan cita rasa yang berbeda. Itu mengapa, jika kamu mencicipi Sate Tanjung di luar daerah, rasanya akan jauh berbeda dengan yang asli. Jadi, jika berkunjung ke Lombok, jangan lupa untuk menyinggahi Lombok Timur dan mencicipi cita rasa gurih Sate Tanjung pedas yang akan membuatmu mengeluarkan keringat saat menyantapnya. Tapi hati-hati ya, jika rindu dengan gurih dan nikmatnya sate Tanjung ini berarti kamu harus bersiap untuk kembali melakukan perjalanan ke Lombok.  

Referensi:
http://www.wisatadilombok.com/2014/06/gurihnya-sate-ikan-tanjung-menarik.html
http://lombok.panduanwisata.id/wisata-kuliner/sate-tanjung-sate-ikan-yang-super-enak/