Menempuh  perjalanan 30 menit dari Kota Sumbawa Besar, perjalanan menuju Ai Bari menjadi bagian dari wisata. Melewati perbukitan nan hijau dengan view lembah Kota Sumbawa Besar. Jika melintas sore hari di hari panas, rugi rasanya tidak berhenti untuk mengabadikan deretan rumah-rumah di bawah matahari sore.


Jalan menuju Ai Bari relatif bagus. Dari pusat kecamatan, jalan sudah diperlebar. Saat ini, jalan utama menuju pantai yang berbatasan dengan Pulau Moyo itu diaspal. Kabar gembira bagi warga Ai Bari dan pelancong yang biasa menikmati Pantai Ai Bari.
Akses jalan lebar di kawasan tambak, sebelum sampai ke Ai Bari itu menjadi bukti keseriusan pemerintah Sumbawa mengembangkan Ai Bari. Pemerintah menetapkan Ai Bari sebagai kawasan pariwisata, khususnya wisata kuliner ikan laut. Apalagi Ai Bari menjadi rute dari konsep SAMOTA (Teluk Saleh, Pulau Moyo, Tambora), sebuah konsep pengembangan pariwisata Sumbawa.


Sesampai di Pantai Ai Bari, pemandangan disambut dengan deretan rumah-rumah nelayan. Sederhana. Sebagian rumah panggung. Sebagian rumah batu. Banyak yang belum jadi.


Saat cuaca bagus, Pantai Ai Bari menggoda bagi pecinta renang. Laut biru dengan ombak yang tenang, aman untuk anak-anak. Apalagi di Ai Bari tidak banyak perahu nelayan terparkir. Bebas bermain di garis pantai. Pasir yang luas cocok sebagai tempat voli pantai. Inilah yang membuat warga Kota Sumbawa Besar berkunjung ke Ai Bari. Air Bari cocok untuk wisata keluarga.


Di salah satu sudut Pantai Ai Bari, pemerintah membangun berugak (semacam gazebo). Deretan pohon kelapa di sekitar berugak menjadi perpaduan pas untuk melepas penat, setelah perjalanan dari Kota Sumbawa Besar. Sebelum merendam badan di air pantai yang hangat.
“Di sini memang mau disiapkan jadi kuliner ikan,’’ kata Fatimah, warga Ai Bari.


Fatimah yang sehari-hari membuka kios di rumahnya, menunggu realisasi sentra kuliner ikan itu. Kalau semua fasilitas sudah jadi, dia sudah menyiapkan lahan di depan rumahnya untuk membuka lapak ikan bakar. Dia tidak kerepotan mencari ikan. Suaminya, Yaqub adalah nelayan.
Para istri nelayan Ai Bari menunggu kapan dimulainya sentra ikan itu. Kalau sudah terealisasi, pengunjung ramai, mereka tidak perlu kerepotan menjual ikan ke pasar. Mereka bisa menjual di tempat. Setelah diolah harga bisa lebih mahal.