Tentang PURA MERU

Sama-sama terletak di pusat bisnis Cakranegara, Kota Mataram dan sama-sama dibangun oleh Anak Agung Ngurah Karangasem Pura Meru lebih dahulu dibangun pada 1720. Apabila Anda mengunjungi Taman Wisata Pura Taman Air Meyura maka Anda harus sekalian mengunjungi Pura Meru. Pura Hindu terbesar di Pulau Lombok ini menyajikan pemandangan bangunan dengan campuran sentuhan Jawa Kuno dan Lombok yang masih tertata rapi. Pada zaman dahulu, pura ini ditujukan sebagai tempat negosiasi dan menghakimi orang-orang yang melakukan kejahatan. Saat ini meski mayoritas penduduk Pulau Lombok sudah memeluk Islam, namun Pura Meru masih berfungsi sebagai tempat bersembahyang umat Hindu serta tempat wisata di Kota Mataram.

Pura ini terbagi menjadi 3 bagian dimana di dalamnya terdapat 33 sanggah berwarna putih yang melambangkan 33 desa yang dahulu terlibat dalam pembangunan pura ini. Atapnya berbentuk meru yang bertingkat. Dari ketiga pura, salah satunya memiliki meru 11 tingkat, yaitu Pura Syiwa (Dewa Kehancuran dalam Hindu). Sementara itu dua pura lainnya yakni Pura Wishnu (Dewa Pemelihara dalam Hindu) dan Pura Brahma (Dewa Pencipta dalam Hindu) memiliki atap 9 susun saja. Pura tersebut masing-masing dipisah oleh tembok dan disana terdapat 3 pintu untuk masuk ke dalamnya. Meski demikian Pura Brahma dan Pura Syiwa pintunya hanya dibuka setahun sekali yaitu setiap 23 September atau pada saat perayaan Piodalam. Selain Pura, bangunan lain yang menarik dari kompleks lokasi wisata ini ialahsekepat atau gazebo empat tiang serta sake ulu atau gazebo delapan tiang. Untuk membeli cindera mata Anda bisa langsung menuju Pasar Cakranegara yang ada di sebelah barat Pulau Meru. Dalam hal ini ketika mengunjungi komplek Pura Meru, Anda harus mengenakan kain panjang warna kuning bermotif yang disediakan oleh pihak pengelola.

Cara ke PURA MERU

Yang Populer di PURA MERU

Tips Lokal di PURA MERU

Akomodasi di PURA MERU