Tentang PURA LINGSAR

Seperti halnya Bali, di Lombok juga terdapat beberapa pura yang bisa kita kunjungi diantaranya adalah Pura Lingsar. Pura ini dibangun oleh Raja Anak Agung Ketut Karangasem pada tahun 1741 dan di anggap sebagai pura paling suci di Pulau Lombok. Keunikan dari pura ini karena adanya penggabungan dari nilai-nilai budaya agama Hindu dan Islam wetu telu. Hal ini bisa dilihat dari wilayah pura yang terdiri dari dua bagian yaitu di sebelah utara yang terdapat Pura Hindu bernama Gaduh dan di sebelah selatan yang terdapat pura Wetu Telu bernama Kemaliq.
Mengujungi Pura Lingsar akan memberikan pandangan baru pada Anda, tentang keharmonisan serta kerukunan umat beragama. Bagi masyarakat Pulau Lombok, Pura Lingsar merupakan simbol kerukunan bahkan keharmonisan antar umat beragama, yaitu antara Hindu Bali-Lombok dengan Islam Sasak-Lombok. Pura Lingsar dibangun sekitar tahun 1714 oleh seorang pendatang dari Bali. Keberadaan Pura Lingsar yang sekarang telah mengalami banyak renovasi.


Sebelum Anda memasuki area bagian dalam Pura Lingsar, Anda akan melewati sebuah taman dan kolam kembar yang dipenuhi dengan teratai. Di area dalam, Pura Lingsar terbagi menjadi tiga bangunan utama. Yaitu Gaduh, Kemaliq dan Pesiraman. Gaduh merupakan tempat suci bagi umat Hindu. Di area ini Anda akan menemui empat percabangan yang melambangkan Dewa-dewa yang menghuni dua gunung. Percabangan yang mengarah ke Timur adalah tempat pemujaan untuk dewa yang menghuni Gunung Rinjani. Sedangkan yang mengarah ke Barat adalah tempat pemujaan untuk dewa yang menghuni Gunung Agung. Ditengah percabangan ini ada dua persinggahan yang menyatu (gaduh) dan merupakan gabungan kedua percabangan tersebut.


Jika Anda menuruni anak tangga yang berada di depan Gaduh, Anda akan menemui pintu masuk Kemaliq. Bangunan ini merupakan tempat suci bagi pemeluk Islam Wetu Telu. Namun pemeluk Hindu juga diperbolehkan beribadah di tempat ini.
Di area Kemaliq ini, terdapat sebuah kolam kecil yang dihuni oleh Ikan Tuna. Ikan-ikan ini dianggap suci oleh masyarakat setempat. Menurut mitos, ikan-ikan tersebut merupakan jelmaan dari tongkat milik Datu Milir, seorang raja Lombok yang berdoa di tempat ini untuk memohon hujan. Masyarakat Hindu dan Islam Wetu Telu percaya bahwa jika Anda melihat Ikan Tuna tersebut, Anda akan mendapatkan keberuntungan. Anda bisa membawa sebuah telur rebus jika Anda ingin melihat ikan ini. Di kolam tersebut Anda juga bisa menyebutkan permohonan, serta melemparkan koin ke dalam kolam dengan tujuan agar permohonan Anda akan terkabul.


Di sisi lain seberang dinding, Anda akan menemui sembilan pancuran. Empat buah pancuran masih berada di area Kemaliq, sedangkan lima lainnya berada di area Pesiraman. Pesiraman merupakan tempat untuk membasuh dan menyucikan diri. Air dari pancuran-pancuran tersebut dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.


Jika Anda mengunjungi Pura Lingsar pada bulan purnama keenam tahun Saka (atau sekitar bulan Oktober atau Desember), Anda bisa menyaksikan upacara Perang Topat (ketupat). Upacara ini merupakan upacara pujawali atau perayaan syukur peringatan ulang tahun pura. Perang Topat ini juga bertujuan untuk memohonkan hujan dan kemakmuran. Perang Topat pada dasarnya merupakan budaya Hindu, akan tetapi juga berakulturasi dengan Islam terlihat pada penggunaan ketupat sebagai bagian dari upacara.


Setelah puas berkeliling area pura, Anda bisa beristirahat di Berugak di sisi sebelah Selatan pura. Berugak adalah semacam gazebo, yang terletak disamping kolam utama. Kolam ini adalah kolam terbesar yang ada di area Pura Lingsar. Jika Anda masih memiliki waktu luang, Anda juga bisa melanjutkan wisata Anda dengan mengunjungi Pura Suranadi berserta taman wisata alamnya, dan Pura Narmada.
Pura Lingsar terletak sekitar 8 Km dari Kota Mataram, dengan lama perjalanan sekitar 20 menit. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi dengan menempuh jalur Mataram-Cakranegara-Selagalas-Lingsar. Namun bila Anda ingin mengunjungi Pura Lingsar menggunakan sarana umum, Anda harus berganti jurusan sebanyak tiga kali. Yaitu jurusan Ampena-Sweta, kemudian jurusan Sweta-Narmada, dan jurusan Narmada-Lingsar. Jika Anda merasa kebingungan, Anda bisa menggunakan jasa pemandu yang tersedia di area pura.

Cara ke PURA LINGSAR

Yang Populer di PURA LINGSAR

Tips Lokal di PURA LINGSAR

Akomodasi di PURA LINGSAR