Pantai Eksotik yang Tersembunyi

Posted by Admin Date : Thursday, 28 July 2016

Pantai Mawun terletak di Desa Tumpak Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng). Meski memiliki potensi yang sangat besar, namun keberadaan pantai dengan pasir putih nan lembut ini masih terisolir. Setiap hari libur, tak jarang wisatawan berkunjung ke pantai ini. Ombak yang cukup bersahabat juga menjadikan pantai ini menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Memang, saat ini tidak banyak yang mengetahui keberadaan Pantai Mawun. Penyebabnya, kurangnya promosi dan gebrakan pemerintah daerah. Sebenarnya, lokasi pantai ini tidak jauh dari pantai yang sudah mendunia, seperti Pantai Kuta dan Selong Belanak.

Saat sampai di sana, Anda akan disambut dengan panorama alam yang fantastic. Airnya berwarna biru jernih ditambah hembusan angin sepoi-sepoi, membuat suasana terasa sangat menenangkan. Sangat cocok menjadi tujuan wisata bagi yang melepas penat setelah sepekan disibukkan dengan jadwal kerja.

Untuk diketahui, karakteristik ombak yang ada di Pantai Mawun memang tidak terlalu besar. hal ini disebabkan lokasi pantai yang berada di sebuah teluk.

Selain menawarkan pasir putih dan jernihnya air laut, Mawun juga menawarkan sebuah bukit yang cukup tinggi dan terjal. Di puncak bukit, pemandangan mempesona dari garis pantai yang berkelok-kelok menunggu siapa saja. Dari atas sana, nampak Pantai Mawun membentuk busur panah, dengan lengkungan yang cukup dalam. Namun bukit ini bisa berubah warna seiring musim. Pada musim hujan, bukit yang sering disebut Bukit Mawun itu akan didominasi warna hijau. Sedang pada musim kemarau akan nampak warna kecoklatan. Warna-warna tersebut berpadu dengan birunya Samudera Hindia dan warna putih gelombang yang pecah di kejauhan saat menabrak karang.

Mawun memang menyimpan beragam pesona untuk dibingkai dalam benak ataupun diabadikan dalam sebuah karya fotografi. Selain minimnya promosi pemerintah, minimnya jaringan provider dan internet di kawasan wisata Loteng, khususnya wilayah Selatan sangat mempengaruhi kunjungan wisatawan. Hal ini diakui pemerhati pariwisata Loteng, Kadri.

“Usai selfie, biasanya wisatawan mau mengekspose hasil jepretannya ke berbagai media sosial. Karena ngadat, jadinya banyak wisatawan kecewa,” ujarnya. Secara tidak langsung kata dia, jaringan berfungsi sebagai ajang promosi gratis pemerintah guna memperkenalkan objek wisata yang dimiliki.

 

Sugested Articles