Dibidik Jadi Pusat Kuliner Timur Tengah

Posted by Admin Date : Thursday, 28 July 2016

MATARAM—Kota Mataram masih menjadi daya tarik berbagai lembaga maupun kementerian untuk mengucurkan bantuan. Kabar terbaru, dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Kota Mataram akan dibantu untuk pembangunan pusat kuliner dengan menu khusus timur tengah. "Kita diminta siapkan lahan," kata Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana pekan lalu.

Dipilihnya Mataram, karena ibukota Provinsi NTB ini masuk dalam tim 10 percepatan wisata halal. Rencana itu dikaitkan pula dengan akan masuknya maskapai fly emirate ke Lombok Internasional Lombok (LIA) di bulan Desember mendatang. "Agar bersinergi, perlu ada tempat khusus makanan timur tengah," ujarnya.

Terkait pilihan lokasinya, kata Mohan, antara Udayana atau Ampenan. Kebetulan di Ampenan juga terdapat Kampung Arab. Lahan yang dibutuhkan diperkirakan tidak terlalu luas. Lahan tersebut harus segera siap, karena pusat kuliner akan dibangun sebelum fly emirate masuk di bulan Desember. Keberadaan lokasi kuliner ini akan mendukung konsep wisata syariah yang sedang dikembangkan Pemprov NTB.

Selain Kementerian Pariwisata, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga masih beminat mengucurkan bantuannya ke kota ini, khususnya kota tua Ampenan. Diketahui, kota tua Ampenan telah masuk data United Nations Organization for Education, Science, and Culture (UNESCO) untuk kota pusaka yang kembali akan diintervensi pemerintah pusat. “Mataram masuk klaster B yang akan diintervensi setelah klaster A selesai, seperti Pekanbaru, Ternate, dan Probolinggo," jelasnya.

Bentuk bantuannya berupa dana dari kementerian bekerjasama dengan UNESCO. Nantinya, bangunan yang sudah ada di kota tua tetap dipertahankan. Hanya akan dipercantik dan diperkuat dengan tambahan infrastruktur.

Pemberian bantuan sebagai tindak lanjut kehadiran wawali di acara Heritage International Workshop di Bali, beberapa waktu lalu. Workshop tersebut terkait kota pusaka yang digelar oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Institute Internasional untuk Studi Asia (IIAS). Membahas mengenai pelestarian kota pusaka agar mendapat pengakuan sebagai daftar warisan dunia oleh UNESCO.

Keikutsertaan Kota Mataram dalam workshop tersebut dianggap sebagai peluang untuk dapat terus mengembangkan kawasan kota tua Ampenan yang telah tercatat sebagai bagian dari jaringan kota pusaka di Indonesia. Dalam workshop yang dihadiri oleh perwakilan dari 17 kota di Indonesia tersebut, Mohan mengaku mendapatkan banyak pembelajaran mengenai bagaimana membangun dan mengelola aset pusaka lokal sehingga dapat menjadi kandidat daftar kota pusaka dunia atau World Heritage City dari UNESCO.

Mohan juga ikut menandatangani nota kesepahaman bersama perwakilan dari kota-kota lain untuk menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP). “Selama ini kita juga telah melakukan upaya revitalisasi Ampenan secara terpadu tanpa mengubah cirinya sebagai kota tua,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram, H Abdul Latif menyatakan mendukung dibangunnya pusat kuliner timur tengah. “Di mana pun lokasinya yang penting kesiapan masyarakatnya harus diperhatikan.” katanya.

Saat ini, Mataram telah memiliki beberapa lokasi wisata kuliner. seperti Karang Taliwang dengan menu andalan ayam taliwang, Sayang-sayang, dan menu nasional dengan pola PKL di sepanjang Jalan Pejanggik ke arah timur. Disbudpar memberikan intervensi dengan pembinaan untuk peningkatan SDM dan higienitas makanan. “Kami terus dorong agar Mataram siap dari segala lini, karena Mataram adalah lokasi MICE,” ujarnya.

Lokasi wisata kuliner yang juga akan ditata adalah Loang Baloq dan Pantai Gading, dengan menu andalannya adalah sea food. Di kawasan tersebut sudah ada pedagang makanan, tapi belum tersentuh penataan.

 

 

 

Sugested Articles