Rinjani Menuju Geopark Dunia

Posted by Admin Date : Thursday, 28 July 2016

MATARAM—Panitia Geopark Rinjani Lombok Menuju Geopark Dunia tengah mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Geopark Rinjani. Sebab, pada 17 Mei mendatang dua tim Assesman yang ditunjuk Unesco Global Geopark (UGG) yakni Maurazio Burlanda asal Italia dan Soo Jae Lee asal Korea, akan mengassesman Geopark Rinjani menuju Geopark Dunia.

Ketua Sekretariat Geopark Rinjani, HL Moh Fauzal mengatakan, beberapa persiapan yang sudah dilakukan seperti memasang lukisan mural atau kekayaan alam yang menggambarkan Geopark Rinjani di berbagai tempat strategis. Salah satunya, di wilayah Lombok International Airport (LIA).

Selain itu, memastikan kesiapan pintu masuk traicking Rinjani di Lombok Tengah (Loteng) seperti di kawasan Air Terjun Benang Kelambu dan Benang Stokel. Selanjutnya, di pintu Masuk Sembalun, Lombok Timur.

“Intinya, semua pintu masuk menuju Gropark Rinjani kita akan tata dengan baik,” ujarnya.

Sementara General Manager Geopark Rinjai, H Chairul Mahsul mengaku, ada yang beda dengan proses assesman sebelumnya, yang dinamakan Global Geopark Network (GGN). Untuk tahun ini katanya, dinamakan Unesco Global Gropark (UGG). Perbedaan lainnya, assesmen langsung mendapat sertifikat GGN. Namun saat ini berbentuk rekomendasi, namun setelah hasilnya disampaikan ke Unbesco untuk dinyatakatan lolos tidaknya menjadi UGG pada 2017 mendatang.

“Tim assesor nanti akan mulai mengevaluasi di Sekretariat, dilanjutkan ke Yayasan Nurul Haramaen yang berlokasi di wilayah Geopark Rinjani untuk melihat konsep pendidikan, kelestarian dan fungsi kesejahteraan sekitar. Nah, setelah itu, langsung menuju situs 17 yakni Desa Aik Berik, Lombok Tengah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Task Forc Kementerian ESDM, Yunus Kusuma Brata mengatakan, Lombok memiliki super power, yakni kekayaan alam dan budaya. Sehingga, Geopark Rinjani yang dimiliki saat ini dibuatkan manajemen pembangunan kawasan. Nanti di dalamnya ada komponen warisan biologi, keaneka ragaman hayati dan komponen budaya.

“Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur progres persoalan rinjani menuju Geopark Dunia,” tandasnya.

Sugested Articles